Aku terus menatap lintasan yang sama sekali belum pernah aku lalui. Ini bukan arah menuju rumahku, bahkan sudah melewati batas kota. Aku mulai merasa jalur ini masih begitu asing bagiku. Hanya tampak beberapa kendaraan saja yang melintas, hingga seolah terasa sepi. Lalu aku melirik ke arah Virza, tapi ia terlihat serius menatap jalan yang berliku. “Kita mau ke mana?” Tanyaku penasaran, lalu memalingkan muka memperhatikan sekitar yang menyejukkan mata. Aku sungguh terpesona disuguhi panorama sawah hijau yang ada di sepanjang jalur yang kami lalui sekarang ini. “Duduk dan nikmatilah saja! Nanti kamu juga akan tahu sendiri.” Virza menyungingkan senyum padaku. Sangat jelas olehku, langit cerah dengan awan yang membentuk unik, serta lahan terasering tidak terawat yang telah d

