"A-apa? Gue apa kata lo?" "Cemburu.C-E-M-B-U-R-U, jealous. Perlu gue eja juga?" Daren mencengkram erat gelas kopinya, menatap pria di seberangnya dengan sorot bingung meski pria itu juga terlihat marah. Emosi yang sedikit membingungkan, persis seperti apa yang Daren rasakan. “Dan lo tahu kan apa artinya kalau lo udah cemburu sama sesuatu? Oh, posesif juga. Gue nggak tahu kalau lo segitu posesif-nya.” Kali ini mata Daren menyipit, namun tak ada yang keluar dari mulut pria di seberang Rafa itu. “Kenapa? Melvin sama Altair nggak kasih tahu lo soal ini? Sampe lo kelihatan kaget banget kayak gitu?” Tidak ada jawaban. Daren tetap menutup mulutnya rapat dengan mata yang tetap lurus menyorot ke arah Rafa. Pria itu kemudian melempar tatapannya ke arah lain setelah sudah terlalu lama, sementa

