“Gila lo ya?” Gumam Clair menggelengkan kepalanya heran sambil melangkahkan kakinya lebih dulu. Kali ini memimpin jalan di depan Daren yang dengan segera bisa pria itu imbangi karena langkahnya yang lebar dan panjang. Itu bukan hal yang sulit bagi Daren yang memiliki postur tubuh tinggi dan kaki jenjang. “Maksud lo gue gila?” “Justru gue yang harusnya tanya. Apa maksud lo dengan lo dateng biar gue lihat draft-nya? Bukannya lo yang bilang sendiri bakal kirim draft itu buat gue baca dulu, terus nanti kalau udah ada yang perlu ditambah atau dikurang lo bakal revisi dan kita tanda tangani di depan notaris langsung setelah sama-sama sepakat.” “Gue ngomong kalau gue bakal ketemu sama lo setelah isi surat perjanjian pranikahnya selesai tanpa ada perubahan lagi?” “Eh?” Tiba di pintu keluar ka

