Malah Anton

844 Words
" Raa gue kangen banget masa " " aku juga Ai, makanya aku suruh kamu dateng ke sini, mau samper ke toko tapi badan aku belum enakan " " hah? maksud lo, lo sakit Ra? " Kali ini yang nanya Anton " bener Ra? lo sakit? " Tiara hanya tersenyum dan memberikan Aira selembar kertas " nih baca lengkapanya " " apa nih" tanya Aira " baca aja kenapa si " kesel Anton Aira langsung melotot ke arah Anton, Aira pun membaca kertas itu dengan saksama. " TIARA LO HAMIL? " " DEMI APA? " " SUMPAH TON TIARA HAMIL NIH BACA " ucap Aira lalu menyerahkan kertas itu ke Anton " ARA GUE SENENG BANGET SEBENTAR LAGI GUE JADI PAMAN " Tiara yang udah panik karna temen temennya teriak " heh jangan pada teriak anjir malu heh " " hehehe sorry Ra, kita seneng banget soalnya " ucap Anton " iya ra kita seneng sekaligus kaget banget, anyway kok bisa cepet jadi anjir? " tanya Aira " ya gimana ga cepet lo lupa Si Jeffrey nyicil? " " lah iya juga ya " perhatian mereka pun teralihkan saat Jeffrey dengan Theo, Dion dan Yudis datang. " buset aura duit sangat terpancar" ucap Anton " tumben cepet pulangnya Jeff? " tanya Tiara yang kini telah menyambut dan mencium tangan suaminya. " iya Hari ini ga banyak kerjaan, kebetulan nih anak anak pengen ikut makan malam di rumah mumpung mama katanya mau masak banyak tadi " ucap Jeffrey lalu mencium kening Tiara. melihat itu, Aira langsung meremas tangan Anton " Anton gue pengen nikah anjing " " kawin dulu baru nikah biar kaya Tiara " ucap asal Anton, Aira pun langsung menginjak kaki Anton " ARAGGHHH SIALAN AIRA KAKI GUE SAKIT " " lah kok dia ngamuk? " tanya Yudis " eh lo kenapa? " tanya Tiara " kagak Ra gapapa " " eh iya gue lupa, Theo kenalin nih temennya Bini gua yang cewek itu namanya Aira, Aira kenalan dong ini namanya Theo " Theo pun langsung menyodorkan tanganya, melihat itu Aira pun langsung meraih tangan Theo. " Theo " " Aira " " Theo yang sebelah Aira namanya Anton, Ton ini namanya Theo " " Theo " " Anton " " kalo yang kemeja biru itu namanya Yudis, kalo yang pake Jas itu namanya Dion " jelas Jeffrey, merekapun berjabah tangan. " Sante aja Ton ga usah tegang gitu Sama kita kita " ucap Yudis " eh, iya bang hehehe ini gue lagi lemesin " " MAKSUD? " kaget Jeffrey, Theo, Dion dan Yudis " eh maksudnya itu gue lagi lemesin eh apasi intinya mah gue santai bang " ucap Anton panik " malu maluin lo ton sumpah " bisik Aira " otak mereka aja yang sableng anjing " jawab Anton " tapi lo langsung konek b*****t " " yaudah si keceplosan juga " " Matamu " kesal Aira Jeffery pun mengode Theo untuk memulai percakapan bersama Aira. " oh ya, kalian kerja dimana? " tanya Theo " kita kerja di toko bang " malah Anton yang ngejawab " Toko apa kalo boleh tau? " " apa ya kaya minimarket gitu tapi perabotan ada, snack ada, dosa Tiara sama Aira juga ada " Aira yang tak terima pun langsung memukul lengan Anton " lo pikir lo ga pendosa hah? " " bercanda elah Ai " Theo yang melihat kejadian itupun gemas sendiri, menurutnya Aira sangat lucu. " gimana kalo kalian kerja di kantor gue aja? kebetulan gue lagi butuh karyawan sih " " SERIUS BANG? WAAH MAU BANGET GUA " " iya bener lagi butuh gue lagi karyawan banget, tapi karna ini posisinya agak privasi jadi ya gue harus seleksi banget " " emang posisinya apa bang? " " satu PA satu asisten Dion, kebetulan Dion itu manager keungan di kantor gue jadi ya gitu " " iya bener, capek banget anjir ngurus duit sendiri mau cari asisten takut doi korupsi " " bang pick me bang pick me gue pengen banget kerja kantor biar bisa pake jas, emak gua di rumah pengen banget ngeliat gue kerja pake jas pake kemeja, ga kayak gue ini pake kaos " mendengar Anton mengatakan Hal itu, membuat suasana jadi melow. " yaudah besok lo kekantor aja ya pura pura ikut wawancara aja, tenang deh pas masuk ruangan lo ngopi aja disana " ucap Theo " wah bang maksih bang makasih banget emak gua dirumah pasti seneng banget dah gua kerja pake kemeja kaya kalian " dan siapa sangka, Anton menangis. melihat itu, Tiara dan Aira langsung menghampiri Anton memeluk sahabatnya yang sedang menangis. Tiara dan Aira tau segimana seringnya Anton bercerita ingin kerja kantoran untuk mengangkat keluarganya. " lah kok malah Jadi gini sih acaranya " ucap Yudis " lah iya ya? " jawab Dion " udah biarin gini dulu, gue terharu liat Anton " ucap Theo " ga nyangka gue anak yang ngeselin itu memikul eskpektasi keluarganya " kini malah Jeffrey pun ikut menangis. Hari ini niatnya tokon utamanya Theo dan Aira, tapi karna kisah Anton, semuanya pun memundurkan waktu untuk mendekatkan Theo dan Aira
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD