Erni janda kesepian part 8

904 Words
Suasana hati mereka kini dilanda rasa bahagia yg teramat sangat, ternyata impian dan harapan mereka inginkan selama ini hampir jadi kenyataan. Dan saat itu mereka sepakat untuk secepatnya melangsungkan pernikahan. Hari telah beranjak senja, hujan yg tadi turun begitu derasnya kini telah mulai mereda, langit disore itu kembali cerah, secerah hati kedua insan yg kini sedang dimabuk asmara. Setelah mereka kembali mengenakan pakaian pasangannya secara bergantian, Adi dan Erni sambil bergandengan tangan kembali ke ruang tamu. Oh alangkah bahagianya perasaan mereka kini. Setelah mereka kembali duduk berdampingan di sofa ruang tamu. Sayang, sebaiknya sekarang aku kembali kerumah orang tuaku untuk menyampaikan kabar gembira ini, dan hal inilah yg sangat beliau tunggu tunggu" terdengar suara Adi memulai percakapan. Iya sayang' sebaiknya begitu, seperti kata pepatah orang tua, suatu pekerjaan baik itu tidak boleh ditunda begitu lama, aku juga akan mengabari orang tuaku supaya beliau bisa kesini. balas Erni menyetujui pendapat dari Adi. Aku sudah tak sabar lagi ingin mempersunting mu Erni sayang, mudah mudahan ini adalah keputusan kita yg terbaik dan semoga apa yg telah kita rencanakan bisa terwujud sebagaimana keinginan kita berdua" sambung Adi lagi. Aku juga sangat berharap begitu sayang" kata Erni kembali memeluk Adi dengan mesranya. Hati mereka kini berbunga bunga, larut dalam perasaan bahagia yg teramat sangat. Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama Adi minta diri untuk pulang. Berat rasanya hati mereka untuk berpisah saat itu seakan tidak rela melepaskan satu sama lain. Namun Mereka harus menyampingkan perasaan itu demi terwujudnya semua rencan mereka untuk masa depan yg telah menanti di depan mata. Erni mengantar Adi sampai kepintu pagar tangan mereka saling menggenggam dengan mesra. Sesampainya di pintu pagar Adi mengecup kening Erni, Erni memejamkan mata saat mendapatkan kecupan dari kekasihnya itu. Ada rasa tentram dalam jiwa Erni. Oh... Tuhan! inikah laki-laki yg terbaik yg telah engkau pilihkan untuk ku? Apakah ini pengobat luka hatiku yg selama ini aku derita, terima kasih banyak atas anugrah mu ini Tuhan" bisik Erni dalam hati dengan penuh rasa syukur serta terharu. Kemudian Erni mencium tangan Adi yg semenjak tadi selalu dia genggam. Sayang aku pamit dulu ya kamu baik baik dirumah, tunggu aku ya untuk menjadi suami mu" kata Adi pamit pada Erni. Iya sayang aku akan selalu setia menanti kedatangan mu mempersunting ku kekasihku tersayang" balas Erni lagi. Setelah itu Adi melepaskan genggaman nya dengan perlahan. Kemudian dia menghidupkan sepeda motor nya sambil melambaikan tangannya kearah Erni,Ernipun membalas lambaian tangan Adi. Mata Erni terus memandang Adi yg telah beranjak pergi meninggalkannya yg kini hanya bardiri terpaku melepaskan kepergian Adi yg telah menghilang di ujung jalan komplek perumahan itu. Kini senja telah berganti dengan malam, Adi telah sampai di rumah orang tuanya. Setelah mengucapkan salam adipun beranjak masuk. Eeh.... Mas Adi udah pulang ya? Sambut ibu Ani melihat kedatangan putra sulungnya itu. Iya Bu... Mana bapak Bu? Tanya Adi. Bapak ada di kamar lagi istirahat, gimana udah dapat rumahnya kontrakannya? Kata Bu Ani balik bertanya. Udah sih Bu, tapi aku batalin aja" jawab Adi ke ibunya. Emang kenapa nak apa kamu ga jadi ngontrak nya? Tanya Bu Ani penuh heran karena beberapa hari sebelumnya Adi malah ngotot pengen mandiri katanya tapi sebenarnya Bu Ani dan  pak Joko tau apa alasan Adi ingin tinggal agak jauh dari mereka karena alasan lain yaitu Adi ingin menjauh dari mantan pacarnya yg kebetulan juga tinggal satu komplek dengan mereka. Kedua orang tua Adi sangat kasihan pada putra sulungnya itu yg sangat terpuruk keadaannya saat ditinggal menikah oleh Refni sang pujaan hati yg telah lama dia pacari. Jadi beliau berdua menerima keputusan Adi untuk tinggal sendiri di tempat yg agak jauh dari lingkungan itu. Tapi kenapa sekarang malah sebaliknya Adi malah membatalkan keputusannya itu. Hal itu sabenarnya malah membuat bu Ani sangat senang karena putranya tidak jadi tinggal sendiri karena beliau takut Adi berbuat yg nekat karena jiwanya sedang goncang. Iya deh.. kali itu kemauan kamu mas" sambung Bu Ani lagi sambil senyum kasih sayang seorang ibu . Bu ada suatu yg penting yg ingin aku bicarakan sama ibu dan juga bapak saat ini Bu" ucap Adi. Kalau begitu ibu panggilkan bapak dulu ya" balas Bu Ani seraya bergegas kekamar dengan rasa penasaran. Apa kira kira hal penting apa yg ingin di sampaikan putra sulungnya itu. Tidak berapa lama kemudian Bu Ani sudah kembali keruang tamu di iringi pak Joko dari samping. Eh udah pulang kamu nak? Tanya pak Joko sambil berjalan kearah putra sulungnya itu.Iya pak jawab Adi sambil bersalaman ke kedua orang tuanya. Singkat cerita setelah Adi mengungkapkan rencananya untuk menikah dengan Erni sang pujaan hati kepada kedua orang tuanya. Dan setelah mendapat restu dari kedua orang tua baik Adi maupun Erni untuk melangsungkan pesta pernikahan, setelah menjalani  acara lamaran terlebih dahulu. Semua karib kerabat, teman dan juga tetangga semua mereka undang termasuk Refni sang mantan juga di kasih undangan langsung oleh Adi bersama dengan Erni. Hal itu sengaja dilakukan Adi untuk membalas sakit hatinya pada wanita yg mengkhianatinya itu. Terlihat  raut wajah cemburu Refni saat melihat Adi menggandeng mesra seorang wanita yg jauh lebih cantik darinya dia tidak menyangka Adi bisa dengan cepatnya mendapat pengganti dirinya. Tapi apalah daya nasi telah jadi bubur, semua itu terjadi karena kesalahan dirinya yg telah mengkhianati hubungan mereka berdua. Terlihat tangan Refni gemetar saat menerima surat undang yg di berikan Adi padanya. Melihat sikap Refni  itu Adi merasa sangat puas karena telah berhasil membalas sakit hatinya sekaligus membuktikan bahwa dia bisa bangkit lagi setelah di khianati Refni.                                                    bersambung ke part 9
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD