Cantika segera masuk kembali ke dalam rumah begitu mobil ayahnya sudah menghilang dari pandangannya. Ia bahkan mengabaikan Tian yang masih tampak berpikir keras. Cantika bisa menebak bila ayahnya pasti mengingatkan Tian tentang perjanjian mereka karena raut wajah pria itu berubah total. Cantika hanya bisa tersenyum senang. Semua ini baru permulaan karena Cantika masih akan memberikan kejutan-kejutan lainnya pada Tian. Ia tak mungkin bisa membiarkan Tian hidup bahagia, sementara dirinya menderita karena perasaannya sendiri. Cantika segera menuju dapur untuk menyibukkan diri. Ia tak mau memberikan kesempatan bagi Tian untuk berbicara empat mata dengannya. Ia tak mau mendengarkan ocehan Tian yang hanya akan menambah rasa sakit di dalam sanubarinya. Lebih baik bila Cantika menganggap pria it

