Lily memejamkan kedua bola matanya sejenak untuk menenangkan hatinya yang sedang kacaw. Pertemuan tanpa sengaja dengan Alex membuat pikirannya tidak tenang. Lily takut Alex akan menariknya ke dalam kehidupannya yang mewah dan menyakitkan. “Tidak, aku tidak boleh bertemu Alex lagi. Aku tidak mau menjadi milik Alex seperti boneka yang disimpan di mensionnya.” Lily menggeleng frustasi dan ia tidak ingin pikiran yang ditakutinya menjadi kenyataan. Tidak lama kemudian, Dimetri datang menghampirinya, Lily langsung berlari memeluk Dimetri. Ia sangat takut dengan pertemuannya tadi. “Hiks… Tolong aku.” lirih Lily yang berada dipelukan Dimetri. Dimetri membalas pelukan Lily dengan erat, ia merasa binggung dengan sikap Lily yang tiba-tiba menangis. Ia mengelus punggung Lily dengan lembut membuat

