DAVINA YANG SESUNGGUHNYA! "Apakah aku harus menggunakan black card milik Tuan Lukas?" batin Davina dalam hati. Dia terdiam sejenak. Setelah perjanjian kontrak dengan Lukas habis, Davina tak ingin kembali ke rumah itu. Jadi dia harus segera mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari secara finansial. Jika hanya bekerja sebagai sekertaris Lukas saja tentu tak akan cukup hasilnya, dia harus mencari pekerjaan lain. "Tenang saja aku rasa tidak apa-apa aku akan menggunakan fasilitas dari calon suamiku," ucap Davina. "Apa maksudmu, Davina?" tanya Dea. "Aku memiliki ini!" kata Davina sambil mengluarkn black card milik Lukas. "Wahh gila kau. Dia benar-benar memberikanmu itu?" tanya Dea. "Kau pukir dari mana aku mendapatkannya? Kau tahu kan aku tak sekaya itu. Sebenarnya Tuan Lukas memberikanku ka

