DI MANA AKU HARUS MENCIUMMU? "Apa yang kau pikirkan, Davina?" selidik Lukas. "Tuan Lukas, saya ingin menanyakan satu hal kepadamu lagi," pinta Davina. "Tataplah mataku jika berbicara!" perintah Lukas. Davina pun mendongakkan kepalanya. "Apakah kita akan berhubungan badan juga ketika sudah menikah?" tanya Davina dengan polosnya. "Kenapa tidak? Bukankah kita akan sah sebagai seorang suami istri dan pasangan? Apalagi aku memberimu banyak uang. Lalu apakah aku tidak boleh mencicipi sedikit bagian dari tubuhmu? Jika tidak boleh untuk apa aku menikahi mu dan memberikan semuanya, Davina?" tanya Lukas. Lukas berani berkata seperti itu karena dia yakin bahwa Davina tak akan bisa lari darinya. Apalagi saat sertifikat itu sudah ada di tangan Lukas, double kill untuk Davina. Yang makin membuat L

