Cincin Pernikahan

1008 Words

CINCIN PERNIKAHAN "Menjijikkan sekali," batin Davina dalam hati. Mereka semua duduk saling berhadapan. Kali ini Davina hanya terus diam dan menunduk kepalanya. Tampak tak nyaman sekali, Lukas bisa melihat dari tingkah Devina tetapi dia kali ini dia tak ingin menolong Davina karena ingin melihat seberapa benar ucapan Davina saat mereka terakhir kali menginap bersama. Sekarang terlihat sekali Mama Davina sangat mencari muka di hadapan keluarga Liem. "Ma, maafkan aku. Tapi sepertinya aku dan Davina harus pergi lebih dahulu karena ada beberapa pekerjaan. Ya bagaimanapun juga meskipun kami akan menikah tetapi di kantor Davina masihlah sekretarisku. Bagaimana jika kami pergi lebih dulu?" tanya Lukas. Davina mendongakkan kepalanya. "Aku harus bicara denganmu tentang persiapan pernikahan nanti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD