MENEGUR DAVINA DIATAS RANJANG "Masuk!" perintah Lukas. 'Ceklek' tampak Sean sedang melambaikan tangan ke arahnya dan mengintipnya. "Kenapa kau tak pulang? Bukankah ini sudah jam pulang? Aku ingin kita pergi minum sebelum kau pergi menjadi seorang pengantin," ujar Sean. "Hmmm," sahut Lukas memejamkan matanya dan bingung. "Kenapa? Apakah kau punya janji dengan orang lain?" tanya Sean melihat ke arah adiknya. "Ini bukan janji tapi ada hal yang harus ku lakukan sepertinya," jawab Lukas. "Lalu kenapa? Apa kau akan segera menikah dan melupakan itu semua?" cerca Sean. "Hah?" sahut Lukas. "Alexandria." "Ck! Tak usah membahas itu lagi, Kak. Menurutmu ketika seorang akan menikah haruskah dia datang memilih gaun dan membantu mempelai wanita untuk memilih gaun pengantin?" tanya Lukas. Jujur

