Axel semakin bersemangat. Dia kembali melangkahkan kaki kanan, tapi tidak pelan seperti tadi. Terlalu semangat sehingga membuat Axel lupa jika kakinya belum bisa melangkah normal. Saat kaki kanan Axel mendarat di lantai. Ternyata terlalu kencang sehingga menimbulkan rasa ngilu yang menjalar dengan cepat. Dari pergelangan kaki hingga ke lutut. “Argh!” Axel goyah. Tubuh tingginya bergetar. Tidak stabil. “Axel!” Secepat yang dia bisa, Lilian melepas kedua tangan Axel dari genggamannya lalu memeluk tubuhnya erat. Sebab dia tahu, tidak akan bisa menopang tubuh tinggi Axel hanya dengan menahan tangannya saja. “Axel!” teriak Callista kencang. Diletakannya paper bag di atas lantai. Lalu dia berlari untuk membantu menahan tubuh Axel. Tapi terlambat! Axel yang limbung dan terlalu berat bagi Lil

