BAB 192. Pangeran William

1058 Words

Callista terbangun pagi-pagi sekali karena seorang perawat masuk untuk mengecek infus Axel. Dia terduduk dan perlu waktu beberapa detik sampai akhirnya nyawanya terkumpul dan menyadari kalau ada dua orang yang tertidur di bed pasien. Callista masih duduk di sofa dengan tatapan penuh curiga ketika perawat itu melewatinya, setelah mengganti infus. “Pak Axel sengaja nggak saya bangunkan, saya hanya ganti infus saja ya, Mbak. Nanti dokter visit jam sembilan. Nggak apa-apa Pak Axel tidur saja dulu, sepertinya jadi nyenyak karena ada yang temenin,” ucapnya pada Callista, lalu menoleh sebentar ke arah bed seraya tersenyum. Barulah kemudian pamit keluar kamar. Callista hanya mengangguk tanpa menjawab apapun. Setelah perawat keluar kamar, Callista segera berdiri dan menghampiri bed. Kedua bola m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD