Saat jam besuk di keesokan harinya Sagara datang kembali ke rumah sakit untuk memastikan kondisi Syfo. Namun ketika dia sampai di belokan menuju lorong tempat kamar rawat inap Syfo berada, dia melihat ada dua petugas keamanan sedang berjaga di sana. Meski firasatnya tidak nyaman dia melanjutkan langkah setelah menarik napas dalam-dalam dan menenangkan perasaannya. Seorang petugas keamanan menegur Sagara yang sudah berdiri di depan pintu kamar. “Maaf dengan siapa? Untuk saat ini pasien hanya bisa ditemui oleh kerabat dekat saja,” ucap petugas keamanan tersebut. “Tolong sampaikan pada Ibu Syfo kalau Sagara ingin bertemu.” “Tunggu sebentar,” jawab petugas keamanan tersebut lalu meraih sebuah buku catatan dari atas meja. “Maaf, tapi nama saudara tidak ada dalam daftar orang yang diizink

