Symphony-81

1275 Words

Bi Yana melarang Syfo yang hendak membantunya membereskan meja makan. Namun Syfo kekeuh melakukan keinginannya. Dan Bi Yana tidak bisa berbuat banyak selain membiarkan saja melakukan keinginannya.  “Saya hanya butuh teman mengobrol, Bi. Bi Yana pasti menolak saya ajak ke kamar. Jadi saya di sini saja,” ucap Syfo duduk di sudut dapur sambil menemani Bi Yana mencuci piring.  “Bu Syfo istirahat aja,” balas Bi Yana.  “Nggak bisa, Bi. Saya kepikiran Sagara.”  “Memangnya Mas Saga kenapa?”  “Dia selalu mengatakan dirinya baik-baik saja, padahal saya yakin dia sedang menyimpan luka yang teramat dalam di hatinya.”  “Laki-laki memang begitu, Bu. Mereka lebih pandai menutupi luka di hatinya ketimbang luka di badannya. Laki-laki akan mengumpat keras ketika tangannya tergores pisau dapur, tapi ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD