Happy Reading ❤️
jangan lupa love nya yang banyak ya biar aku tambah semangat nulis nya
pukul 05.00 pm.
***
Tok tok tok
" Lan,. sayang.." seru Mommy Bulan di ambang pintu.
menit berlalu, tak ada tanggapan. Mommy kembali memanggil " Lan.." Teriaknya lagi agak sedikit menggeram,keburu kesel.
Sang Mommy yang kesal,merasa tak ada sautan dari si empunya kamar. nunggu sekitar lima menitan di depan pintu sang anak, cukup ngebuat dia geregetan juga. Ia udah menduga duga kalo emang anak nya itu pasti lagi ngebo. sampe tuh pintu di gedor gedor juga gak bakal denger. Memilih masuk. siapa tau pintu nggak Bulan kunci..,
Ceklek!
gagang pintu ia buka, dan benar ternyata pintu sedari tadi nggak di kunci..Lah tadi dia ngapain coba pake teriak segala. Ah, buang buang tenaga aja kan?
Aah betapa syok dirinya, mulut yang sedikit menganga,kedua mata nya menyipit menyelidik menatap setiap inci sekeliling sudut kamar sang gadis kesayangan. buku buku pelajaran berceceran, bertabur sampah beberapa camilan yang berserakan di lantai..
Sungguh pemandangan yang ngebuat siapa aja bakal sakit mata. pandangan nya berhenti sesaat tertuju sama sosok sang anak yang lagi tidur pulas, pantes aja di panggil kagak nyaut. orang nya lagi ngebo kayak gitu.. cckk!
Menghela nafas sebentar, nggak tau lagi deh sama tingkah anak gadis nya yang bar bar ini. melangkah masuk. tangan terampil nya dengan lihai memunguti sampah bekas camilan,membuang ke tempat yang seharusnya. Ia tak lupa membereskan beberapa buku yang tercecer, menyimpan nya ke atas meja.
Menggeleng kepala saat menatap anak gadis nya itu. " Kapan sih Lan kamu itu berubah, kamar udah kayak kapal pecah." gumam nya dalam hati.
Kaki jenjang nan putih itu mendekat ke tepi ranjang, sedikit membungkuk, mengelus lembut pundak Bulan, "Sayang, bangun." masih sibuk tangan nya menggoyang tengkuk Bulan.
Bulan menggeliat. tapi ia tak ingin bangun,
Lagi tangan bunda nya dengan sabar menepuk halus pundak nya. " Bangun sayang." ucap nya lagi dengan lembut.
menit berlalu, Ia pun berangsur beranjak dari tempat ternyaman. duduk di tepian ranjang.kedua tangan sibuk mengucel mata yang enggan untuk sekedar melek. bergantian menutup mulut yang sembari tadi masih aja nguap.
Merentangkan lebar kedua tangan, tersenyum saat sang Bunda menatap ke arah nya.
" Mommy tumben bangunin Bulan jam segini? nggak biasa nya?." tangan nya yang sibuk merapikan rambut nya yang kusut..
Bunda tersenyum melihat tingkah Bulan.
"Ada yang mau Daddy bicarain sama kamu sayang." Mengelus elus pundak Bulan dengan penuh kasih sayang.
Kening Bulan berlipat, kedua alis itu saling bertaut. " Bicara soal apa Mom.?" tanya Bulan penasaran. Menyandarkan kepala ke bahu sang Mommy.
Mommy mengerdikan kedua bahu nya. "Nanti juga kamu tau sayang. jangan lupa dandan yang cantik." Sang Mommy beranjak, mengecup pundak Bulan pelan.
lalu melangkah pergi. menghilang di balik daun pintu.. Belum sempat Bulan bertanya.. Mommy nya malah pergi.
Bulan yang menatap kepergian Mommy nya dengan setengah kesadaran yang ia punya. mau nanya lagi tapi Mommy udah pergi.. terpaksa deh nahan ke ingin tauan nya ntar aja..
***
pukul 07.30 pm.
Menit berlalu, begitu jam pun ikut berlalu.
Jujur aja Bulan sebenarnya malas untuk turun ke bawah, kalo bukan karena Daddy yang meminta, Ah..Rasa nya lebih enak kalo rebahan aja di kamar.. menonton drakor kesukaan nya sambil ber chat ria di grup pada sahabat. atau sekedar berselancar di medsos..
Semua orang tengah berkumpul di ruang tamu, ada Daddy, Mommy dan kak Sam. Namun ia tak mengenal dua orang yang sedang asik berbincang dengan kedua orangtua nya.entah lah ia tak tau siapa dan dari mana asal tamu itu,
dengan langkah gontai ia Berjalan pelan menuruni anak tangga.karena emang Bulan itu dasar nya cewek tomboy dan bar bar, pakaian yang kini ia pake pun cukup santai cuma kaos dan celana jeans panjang,tanpa sapuan make up.
Hingga mereka menyadari keberadaan Bulan yang sedari tadi mematung di bawah tangga.
Daddy menoleh ke arah Bulan " Nah itu Bulan,!" Daddy tersenyum sumringah seakan baru bertemu dengan nya, semua mata ikut mengekor menatap Bulan yang berdiri di depan mereka. "Sinih sayang." tangan nya melambai ke arah Bulan. menepuk sofa yang kosong di sebelah nya.
Bulan mengangguk, Paham Apa yang Daddy titahkan. berjalan pelan, di daratkan b****g di sandaran sofa. Memberikan senyuman termanis nya untuk kedua tamu Daddy. Daddy dan mommy mengapit Bulan di antara mereka berdua. sedang kak Sam duduk di sebelah Daddy.
Daddy begitu amat bersemangat ngenalin Bulan pada calon besan nya itu. Tangan nya sibuk mengelus tengkuk Bulan. tak henti henti nya wajah itu tersenyum.
"Mas,Mbak.. Kenalin ini Bulan anak kesayangan kami." ucap Fano dengan bangga mengenalkan putri nya.
" Cantik ya Pah." puji wanita yang bernama Mitha, menoleh ke arah pria yang duduk di samping nya. Pria yang bernama Wisnu mengangguk sembari tersenyum tipis,
"Cocok sama Gala anak kita." ujar wanita itu lagi. tetap dengan senyum yang terbingkai di wajah yang tak lagi muda.
Bulan yang nggak paham, cuma diem aja.. Cengo pasti nya.dengan mulut menganga. mata yang memincing. memandang interaksi mereka.
Beralih giliran Fano , Daddy nya Bulan yang mengenalkan pada Bulan. "sayang, kenalin ini Om Wisnu dan Tante Mitha,Sahabat lama Daddy." ucap Fano menjelaskan.
Bulan meraih kedua tangan mereka, menyalami dan mecium punggung tangan kedua nya. Mitha yang dari awal menyukai Bulan. tak henti memuji Bulan. menurut nya Bulan akan jadi nanti idaman.
"Gala nya kemana Om.? kok gak ikut?"
tanya kak Sam. Sambil sibuk jari jemari nya memainkan benda pipih di tangan.
Bulan kali ini bener bener nggak mudeng deh..cuma bisa cengo aja..!
"Gala kebetulan lagi sibuk Sam, mengurus perusahaan dan juga yayasan." Jawab Wisnu. Ratih,Fano, dan juga Sam hanya menggangguk tanda paham dan memaklumi. kalo calon menantu nya itu emang orang super sibuk.
"Ayo Mas, Mbak. diminum dulu" tawar Ratih pada kedua besan nya. minuman yang udah dia siapin, nggak lupa juga aneka cemilan yang tersedia di depan meja.
"Kapan acara pertunangan nya di adakan?".
"Apa Gala anak mu sudah tahu tentang perjodohan ini Mas?". Tanya Fano yang menoleh ke arah Ratih istri nya.
Wisnu sedikit menghirup nafas lega,lalu kemudian ia buang perlahan. "secepat nya Fan, dan aku sudah memberi tahu nya . Dia juga tidak keberatan dengan perjodohan ini." ucap Wisnu dengan tegas.
Bulan yang sedari tadi hanya terdiam, kening nya berlipat, kedua alis nya ia naik turunkan.mengangkat dagu nya. menoleh ke Daddy dan Mommy untuk meminta penjelasan. perasaan nya mendadak gusar.
Ratih sadar, kalo emang anak nya ini tau soal perjodohan, dengan sangat hati hati, perlahan ia mulai bicara pada Bulan.
"Sayang." Bulan menoleh,saat Mommy memanggil nya. "Iya mom," sahut Bulan.
Ratih meraih kedua tangan anak gadis nya. di genggam nya erat.lalu di usap nya lembut.
"Kami menjodohkan kamu sayang dengan anak dari Om Wisnu dan Tante Mitha." Sontak Bulan terperanjat tak percaya apa yang di ucapkan Mommy pada nya. ia melepaskan kedua tangan yang di genggam Mommy nya.
bagai petir di siang bolong. tak ada angin tak ada hujan ia malah di jodohkan. bahkan ia sendiri pun tak tahu menahu dengan siapa ia di jodohkan. Ia syok, tubuh nya hampir saja terkulai lemas tak berdaya. untung Daddy nya dengan sigap menopang tubuh mungil itu agar tak jatuh. Ia tak habis pikir, dengan pemikiran orangtua nya yang kolot.
"Bisa bisa nya Daddy and Mommy ngejodoin gue, gue ini bukan anak kecil lagi. gue bisa milih sendiri siapa jodoh gue nanti nya, nggak kayak gini juga cara nya. emang ini jaman apa?!. gue nggak akan ngebiarin perjodohan ini terjadi, nggak akan.." batin Bulan menggerutu, seraya kedua tangan nya mengepal erat di kedua sisi kaos yang ia pakai. mata yang membulat sempurna tak berkedip, rahang nya pun kini terasa mengeras. sekujur tubuh dan aliran darah nya membeku seketika.sudut bibir yang ia tekuk ke bawah..
Fano,Ratih,Wisnu, Mitha juga kak Sam saling menatap satu sama lain. diam untuk beberapa menit, menetralkan sedikit ketegangan di wajah Bulan..