"Museun il-ieyo?" Kaki Jang Hye Min sampai lemas. Zakiya sudah terduduk. Mereka sudah tak kuat berlari tapi beruntungnya mereka berlari dan bersembunyi ke arah yang tepat. Di dekat mereka muncul seseorang yang hendak membuang sampah. Lalu lelaki yang tadi mengejar Zakiya langsung menghentikan langkah lalu membalik badan dan berlari. Keduanya jelas lelah sekali. Keringat membasahi sekujur tubuh. "Kamsahamnida." Hye Min hanya bisa mengatakan itu. Ia sudah hampir menangis sebetulnya. Mereka sudah hampir menyerah karena lelah. Wajar lah. Mana bisa perempuan mengimbangi tempo larinya laki-laki. Ini jelas berat sekali. Si lelaki itu masih menatap. Karena ia bingung. Namun ia sempat melihat seorang lelaki membalik badan. Karena sudah ada saksi dan bukti beberapa CCTV yang merekam kejadian t

