"Iya, Looon." Ia tersenyum kecil. Lona bawel sekali. Gadis itu menutup banyak jajanan dan juga oleh-oleh dari Korsel. Sejujurnya, Zakiya sudah membelinya kemarin. Tentu saja sendirian. Ia pergi ke beberapa tempat lalu langsung mengirimkannya ke Indonesia. Ada banyak sekali makanan dan oleh-oleh yang ia beli. Ia tak bisa memilih satu dan yang lain. Alhasil, ia mengirimkannya sebagai paket. sebagian kecil ia bawa bersama dengan naik pesawat nanti. Lalu sepagi ini Lona sudah menelepon. Gadis itu tentu saja baru bangun dan masih berada di kantor. Seperti biasanya, pekerjaan mereka memang selalu memakan waktu. Sebagai perempuan lajang memang tidak terganggu. Tapi nanti? Ketika sudah menikah tentu akan berbeda rasanya. Ia baru saja memberitahu kalau dalam hitungan hari, ia akan segera kembali

