Zakiya termenung selama di atas pesawat. Gadis itu menatap sayap pesawat yang agak menghalangi pandangannya ke arah sekitaran pesawat yang kini didominasi awan putih. Pesawat yang ia tumpangi sudah naik sedemikian tinggi. Enam jam lagi akan tiba di Korea Selatan tanpa transit sama sekali. Pesawat yang ditumpangi juga sangat besar. Meski kursi kelasnya tetap ekonomi. Ya menyesuaikan pemberi beasiswa. Berangkat dan penelitian menggunakan dana gratisan saja sudah menyenangkan baginya. Apalagi ditambah pula dengan uang saku dan apartemen yang sudah disiapkan. Meski kalau dilihat dari gambar dan ukuran sepertinya apartemen tidak terlalu besar. Ia menghela nafas panjang memikirkan segala hal yang mendadak harus ditinggalkan di Indonesia. Segala hal yang seharusnya masih menjadi tanggung jawabn

