Hari pertama kursus bahasa Korea, ia malah bertemu lagi dengan lelaki itu. Tidak seperti hari kemarin, kali ini ia menyapa bahkan menawarinya duduk mumpung ada bangku yang kosong. Tapi berhubung ada nenek-nenek yang baru saja masuk ke dalam kereta bawah tanah, Zakiya membiarkan bangku itu diduduki oleh nenek-nenek itu dan Do Han Sol menemaninya. "Tinggal di mana?" "Apartemen." "Di sekitar stasiun tadi?" Zakiya mengangguk. Tentu saja lelaki ini tahu stasiun yang dimaksud. Karena pasti melihatnya tadi saat naik ke dalam kereta bawah tanah ini. Do Han Sol mengangguk-angguk. "Akan bertemu Prof Kim lagi?" Ia menggeleng. "Aku hendak ikut kursus bahasa." "Aaah. Sambil menunggu perizinan penelitian ya?" Zakiya mengangguk lagi. Ini memang program dari si pemberi beasiswa. Tapi sejak awal,

