Keganjilan Demi Keganjilan

2955 Words

"Kang!" Kang Syamsul mempercepat langkahnya. Kaca-kaca jendela pecah. Setidaknya, barang-barang penting sempat terselamatkan. Tadi yang melempar batu juga sempat dikejar. Dan sudah dipastikan kalau mereka adalah pelempar bayaran. Ketika diancam untuk buka suara, mereka hanya mengatakan kalau mereka disuruh lalu dibayar. Motifnya sudah jelas kalau ini adalah teror yang sengaja dilancarkan untuk membuat mereka berhenti bekerja. Syamsul tahu. Apalagi semenjak Rangga ditahan bahkan hingga hari ini, mereka masih belum tahu kabarnya. Kalau kata pengacara, Rangga masih sehat. Ia masih tutup mulut dan tidak mengatakan apapun. Ia dipaksa untuk mengakui pembunuhan itu namun ia tetap bergeming. Karena sekali mengiyakan, Rangga tahu kalau ia akan habis. Namun ternyata akan ada resiko dari aksi bisu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD