Alvian sudah bangun di kamarnya. Ia masih merasakan sedikit pusing, namun memaksakan diri untuk bangkit dari tempat tidurnya. "Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan Rina." Batin Alvian. Dengan berjalan perlahan dia memegangi tembok. Ia sudah bersiap menuruni tangga. "Polisi." Gumam Alvian. Dari atas ia bisa melihat Rina sedang bicara dengan seorang polisi. Alvian merasa khawatir ia segera bergegas turun. Rina melihat Alvian menuruni tangga. "Al.." Gumam Rina. "Pak sebentar!" Rina meninggalkan Polisi dihadapannya, untuk menghampiri suaminya. Rina khawatir karena Alvian belum sembuh sepenuhnya. Pandangan mata Alvian kabur. Ia tidak bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Alvian kembali roboh di sana. "Al.." Teriak Rina. Beruntung ia bisa menahan tubuh su

