"Tentu saja guru. Lianyu adalah teman kami," sahut Han Shiyi sembari tersenyum yang dijawab anggukan setuju dari Long Feiye.
Ada rasa berbeda saat Han Shiyi menyebutkan bahwa Lianyu adalah temannya. Kata-kata itu sudah sangat lama Lianyu inginkan. Selama tinggal di kediaman keluarga Duanmu, Song Lianyu tak punya teman selain paman Shu. Paman Shu adalah pelayan yang bekerja di kebun. Pria itu sangat baik pada Song Lianyu dan menganggapnya sebagai keponakannya sendiri. Hampir seluruh sepupu angkat tak ada yang mau berteman dengannya. Paling hanya satu orang yang baik yaitu Duanmu Cui, gadis yang berbeda satu tahun dari Song Lianyu, tapi sejak Nona Cui sekolah di sekte Teratai yang ada di kota Ban Hua, mereka jadi sangat jarang bertemu paling banyak hanya bertemu satu kali dalam sebulan. Tentu saja Song Lianyu merasa sangat kesepian.
"Ouh. Nona Song seleksi terbagi menjadi tiga bagian. Seleksi bagian pertama bisa dimulai. Nona Song kau bisa tampilkan dan tunjukkan senjata yang kau bisa." Guru Bai melihat busur dan anak panah yang berada di tangan Song Lianyu. "Kau bisa pakai senjata yang kau bawa atau kau juga boleh memakai senjata yang telah disiapkan di sana," ujar guru Bai sembari tangannya memberikan kode dan menunjukkan senjata yang ada di ruangan.
Song Lianyu mengangguk mengiakan. "Baik." Dalam hati jantungnya berdegup kencang dan ada rasa gugup di dalam hatinya. Setelah menarik napas beberapa kali, dia akhirnya bisa mengurangi rasa takut dan menstabilkan detak jantung.
Song Lianyu berada di lapangan memanah, dia mengatur posisi tangan dan bahu serta posisi kaki. Karena jika langsung saja tanpa gerakan yang tepat, maka sasarannya akan meleset. Dia menarik tali busur dan meletakkan anak panah di tempat yang seharusnya, kemudian dia menarik anak panah. Anak panah tepat mengenai target sasaran.
Guru Bai terlihat mengangguk, dia mengelus jantungnya yang lumayan panjang.
Bibit bakat yang bagus, komentar guru Bai dalam hati.
Kali ini Song Lianyu mengambil anak panah yang lain dan melakukan hal yang sama. Anak panah melesat dan tepat mengenai target sasaran di tempat yang sama.
"Bagus Nona Song!" puji guru Bai. Pria itu terlihat setuju dengan bakat yang dipunya Nona Song. Cukup jarang anak perempuan memiliki kemampuan memanah sebagus Song Lianyu.
Mari kita lihat bagaimana dengan kemampuan berpedangnya dan juga bakat kekuatan spiritualnya, batin guru Bai tak sabar menantikan hal itu.
"Sekarang tunjukkan juga kemampuan pedangmu Nona Song!" pinta guru Bai. Sekte Bunga Salju saat ini memang sedang mencari calon murid-murid yang punya potensi untuk dikembangkan. Selain untuk menjadi pilar negara Tianqi juga bertugas untuk melindungi manusia dan makhluk yang lemah.
"Iya," jawab Song Lianyu mengangguk.