"Jika kamu menikah nanti, jangan seperti kakakmu itu dia lebih memilih untuk membela pasangannya di banding ibumu ini!" Wati memberi nasihat pada Putri yang sedang memakan martabak. "Hem!" "Nyari suami itu harus yang sepadan dengan keluarga kita, jangan seperti kakakmu yang hanya menikah dengan wanita dari keluarga biasa-biasa saja, ditambah lagi dengan adiknya yang bisanya cuma menghabiskan uang saja. Belum tentu juga dia baik sama kita!" Putri menghentikan kunyahan nya, entah kenapa dia merasa tidak enak hati ketika ibunya membicarakan Zian. "Bu, sudahlah lebih baik kita istirahat saja! lagipula besok aku ujian." "Habiskan dulu martabaknya, sengaja ibu beli untuk kalian berdua." "Aku sudah kenyang, Bu! emh, aku ke kamar duluan!" Putri memilih naik ke lantai dua, selera untuk makan

