Setelah sekian lama akhirnya mereka dipertemukan kembali tanpa sengaja, Nur masih tetap menatap wajah mertuanya yang pucat, bahkan tubuhnya terkesan kurus. "Maaf, Bu saya permisi dulu!" tukas Nur seraya mengajak Bara untuk segera meninggalkan tempat itu. "Tunggu!" Langkah Nur dan Bara terhenti, mereka saling berpandangan seolah tahu apa yang mereka pikirkan itu sama. ada masalah apa lagi yang akan menimpanya kini? "Bisa kita bicara sebentar?" tanya Wati dengan datar. "Baiklah, tempatnya ibu yang menentukan." Wati melangkah keluar dari Mall lalu berhenti di sebuah taman yang masih berada di sekitar area Mall. "Ibu mau bicara apa? kalau misalkan mau membahas Mas Raka, maaf aku tidak punya pembahasaan untuk menyinggung dia." Bara lebih memilih duduk di tempat lain, tapi masih berada

