Bab 15

1007 Words

Devan duduk di tepi ranjang dengan sup tomat yang masih tersisa di tangannya. "Habiskan." Saat Aluna hendak mengambil mangkuk, Devan menyendok sup lalu bergerak untuk menyuapi Aluna, membuat Aluna membeku seketika. "Buka mulutmu!" "A.. Aku bisa sendiri!" Aluna mengambil sup dan memakannya. "Kejadian ini mungkin membuatmu trauma," ujar Devan. "Aku bahkan pernah melihat seseorang dibunuh di hadapanku. Hal seperti ini bukan apa-apa untuk mentalku." Aluna meletakkan mangkok sup yang telah kosong di atas meja. "Bagaimana denganmu? Kenapa kau berlebihan sekali?" "Berlebihan?" "Apa yang kau lakukan tadi itu, bukannya aneh untuk kita yang baru bertemu 3 hari? Kenapa kau sangat perhatian? Maksudku, walaupun aku akan menjadi istrimu, kita tidak memiliki perasaan satu sama lain. Kau tidak har

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD