PART 34

1355 Words

Matahari mulai naik. Dua insan yang tadi malam terlena oleh kerinduan masih tertidur pulas. Belum ada yang bergerak hingga alarm di ponsel Ellen membangunkannya. Nada dering yang sangat mengganggu. Ellen terpaksa membuka mata dan merenggangkan pelukan Arslan demi meraih ponsel di nakas. Dia hanya mematikan suara. "Alarm sialan.", keluh Ellen lalu kembali menyerukkan wajahnya di leher Arslan dan membenamkan diri ke pelukan lelaki itu. Sepertinya Ellen masih belum sepenuhnya sadar bahwa dia harus segera bangun dan bekerja. Tiga puluh menit kemudian, mereka saling bergerak tanda mulai sadar. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh. Ellen menarik kepalanya untuk menghadap jam dinding. "Aku harus bangun.", ucapnya dengan suara serak yang pelan. Ellen belum mampu berteriak heboh di posis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD