"...... aku membencimu, Ellen." Ellen mengeratkan gigi tak percaya. Darimana Arslan mendengar itu? Oke tunggu, Ellen bahkan masih bisa berpikir logis diantara kegaduhan hatinya yang ingin menonjok Arslan sekaligus ingin memeluk lelaki itu. "Well, sekarang bagaimana kau melihatku?" Arslan menengadahkan pandangan ke atas dan menghembuskan nafas berat. "Kau tahu? Hati dan pikiranku sedang kacau dan semua penuh dengan namamu. Bukan tentang apa yang telah kau lakukan dengannya, tapi tentang aku yang sangat bodoh, mencintaimu seorang diri adalah apa yang aku risau kan saat ini. Demi Tuhan apa aku telah gagal? Aku bahkan berpikir untuk berhenti mengejarmu lalu hatiku memberontak. Sakit, Ell." Lelaki ini berkaca-kaca. Sesuatu yang pertama kali dilihat Ellen. Seorang lelaki hampir men

