Chapter 18

1073 Words

Dr. Arthur memilih membatasi dirinya dari Fea, dia menyadari kalau tinggal sedikit saja dapat menyentuh perasaan terdalamnya untuk Fea dan bisa-bisa membuatnya kehilangan kebijaksanaannya. Dering telepon rumah mengagetkan Fea yang tak sengaja tertidur di depan TV. Fea bisa memakluminya, dan berjalan mendekati telepon tanpa rasa kesal. “Hallo, ini dengan siapa?” “Selamat malam, ini dari kepala Rumah Sakit Eternity Bu. Bisa saya berbicara dengan Dr. Arthur?” “Oh iya, mohon tunggu sebentar ya, saya akan panggilkan.” Fea bergegas menuju salah satu ruang dirumahnya yang diduganya Dr. Arthur berada di sana. Dugaan Fea benar, Dr. Arthur ada di toilet. Bunyi gebrakan pintu terdengar nyaring dari dalam. “Ada apa Fea? Bisakah kau hentikan gebrakan pintumu itu?” “Ada telepon untukmu dari Ruma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD