Dua minggu setelah melabrak Furla di Rumah Sakit, Fea benar-benar menuruti saran Pak Berman tempo hari. Akhirnya dia berkunjung ke psikiater, tanpa ditemani siapapun kecuali Sondea. Memang tidak ditemukan gangguan psikologis ringan pada Fea, tapi dirinya cukup tertekan akibat pernikahan dan kenyataan baru dalam hidupnya. Yang mau tidak mau Fea harus beradaptasi setiap harinya. Dan semua itu sama sekali tidak menyenangkan, hanya menambah sesak di dadanya saja. Sepulang dari psikiater, Fea berencana untuk rehat sejenak dua atau tiga hari di Puncak. Fea hanya mengabari Furla saja, mau tidak mau, suka tidak suka, Fea tetap harus memberitahu Furla. Meskipun belakangan ini dirinya sedikit membenci Furla. Termasuk memberitahu Dr. Arthur pun Fea menyuruh Furla. Sepertinya hubungan Fea dan Dr. Art

