Dalam perjalanan pulang menuju rumah, euforia keasyikan pertemuan dengan Iora masih sangat melekat dalam diri Dr. Arthur. Dia merasa sangat b*******h untuk melanjutkan hidup, masalah yang ada di hadapannya menjadi terasa sangat kecil. “Terima kasih Iora, percakapan kita tadi benar-benar membuka pikiranku.” Batinnya dari dalam jiwa yang sedang kasmaran. Dr. Arthur tiba di rumahnya. “Oh Shafea sudah pulang.” Melihat mobil istrinya sudah terparkir rapi di garasi. Dr. Arthur berjalan masuk ke dalam rumah, masih dengan gairah yang sama. Melewati ruang tengah, yang ternyata ada Fea disana. “Shafea, tumben kamu sudah pulang?” “Kamu juga tumben sudah pulang?” “Oh iya juga ya. Hehehe” jawab Dr. Arthur sambil nyelonong masuk ke kamar tidur. “Apaan sih aneh deh orang ini.” Selang beberapa menit

