Seperti kata pepatah, disangka panas sampai ke petang, rupanya hujan turun di siang hari. Begitulah yang dialami Kean dan Erin. Mengira hidup sudah terlepas dari penderitaan, tetapi nyatanya masih banyak duka yang harus mereka berdua hadapi. Pagi-pagi sekali ketika Kean baru saja membuka mata, pemilik rumah sudah mendatangi rumah mereka. Menunjukkan raut muka yang tidak bersahabat, saat dirinya baru saja membukakan pintu. Tanpa izin, perempuan paruh baya yang mengaku sebagai pemilik rumah itu masuk dan berteriak lantang mencari Widya. Menyusuri seluruh rumah mulai dari ruang tamu, dapur, hingga kamar tidur. Suaranya yang menggelegar mengejutkan Erin, membuat anak kecil itu menangis dan berlari ke dalam pelukan kakaknya yang berdiri di ambang pintu kamar. "Mana Ibumu?" tanya pemilik rum

