Hari yang dinanti pun tiba. Hari ini adalah hari bersejarah bagi Haidar, karena sebentar lagi ia akan mempunyai pendamping hidup baru. Seorang istri yang akan menggantikan sosok Arini. Di dalam kamar, ia sudah berpakaian lengkap. Mengenakan setelan jas berwarna putih tulang, dasi polos berwarna abu tua, dan peci berwarna hitam. Sungguh terlihat tampan sekali. Bulu-bulu yang menghiasi wajahnya tampak tipis dan lebih rapi karena semalam ia pergi ke barber shop untuk mencukur dan merapikannya. "Ya Allah mengapa sekarang bayangan Arini berkelebat hebat dari pikiranku ini? Apakah mungkin ini petunjuk-Mu bahwa aku tidak bisa melakukan pernikahan ini karena statusku masih seorang suami dari Arini?" Hati Haidar berkecamuk semakin hebat, entah mengapa pagi itu dalam pikiran Haidar sosok Arini h

