Hilang kendali

1877 Words

Sam melihat Rain yang masih memejamkan kedua matanya. Ia lalu menepuk bahu Rain. “Rain, bangun. Kita sudah sampai.” Rain menggeliat, ia lalu membuka kedua matanya. Ia menatap ke depan. “Kita sudah sampai?” tanyanya balik. “Hem.” Sam lalu membuka pintu dan keluar dari mobil. Ia menuju pintu penumpang depan. Ia membukakan pintu untuk Rain. Sam memperlakukan Rain bak pangeran kerajaan. Sebenarnya ia enggan melakukan semua itu, karena menurutnya lucu aja. Seharusnya ia melakukan itu untuk pasangannya, bukan malah untuk pria yang sedang mabuk seperti sahabatnya itu. Rain lalu keluar dari mobil Sam dengan tubuh sempoyongan. “Terima kasih, sekarang kamu boleh pulang.” “Rain, yakin kamu nggak apa-apa? atau aku akan membantumu sampai depan pintu.” Bagaimanapun Sam tidak akan tega membia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD