Sekali ku genggam
Tak akan pernah aku lepaskan
kamu wanitaku
jadi jangan harap aku akan melepasmu.
~Atha
Lea tengah terburu-buru karena rapat akan dimulai lima menit lagi, gara-gara ia minta diturunkan di perempatan sekolah membuatnya hampir saja telat datang rapat.
Ia mempercepat langkahnya, dengan nafas sedikit ngos-ngosan ia sudah sampai di depan gedung mabes osis membuat ia memelankan langkahnya sambil mengambil napas.
Sedangkan atha sedang tidak fokus ketika ia diajak bicara oleh reta, wakil ketua osis yang sedang membahas mengenai denah panggung utama untuk pensi.
"Jadi kan rencanaku panggungnya menghadap ke timur jadi pas sore nggak silau, soalnya pengalaman tahun kemarin walaupun ada tenda adek kelas sepuluh masih silau kena sinar matahari. Ini kan panggung mepet di deket ruang TU lama terus menghadap ke timur nanti kelas sepuluhnya menghadap ke barat, setuju nggak tha?" tanya reta lagi.
"Hmmm setuju" kata atha namun sejak tadi ia masih mencuri pandang ke arah pintu masuk menanti kedatangan seorang gadis yang tadi berangkat bersamanya namun tak kunjung juga datang.
"Sorry gue telat"
Baru saja atha hendak berdiri menyusul gadisnya namus gadis itu sudah tiba, atha bisa melihat keringat dari tubuh lea membuat ia menghembuskan napasnya kasar.
"Kenapa tha?" tanya reta mendengar dengusan napas kasar atha. "Karena lea telat ya? mungkin tadi macet makannya lea telat dimaklumin aja ya tha lea kan emang sering telat kalau rapat" bukannya menjawab ocehan retha atha lebih memilih pergi dari hadapan gadis itu membuat reta diam dan merasa sedikit kesal.
"Lo kok bisa telat le" tanya alya begitu melihat lea yang baru datang.
"Ada sedikit kendala dijalan hehe" Lea langsung masuk keruangannya mengambil absen rapat, disana udah ada rea yang merupakan wakil sekretaris.
"Udah gue print le, gue kira lo nggak berangkat tadi" rea yang mengerti lea akan mengeprint absen osisnya langsung menyerahkan kertas yang sudah dipegangnya.
"Thanks ya re, gue tadi telat"
"Iya sans, kedepan yuk tuh si atha udah nyuruh ngumpul"
"Iya"
Begitu sampai di ruang tengah, tempat rapat diadakan lea langsung duduk di depan, dideretan ketua osis dan wakil yang menghadap kearah anak lainnya.
"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih pada teman-teman semua yang sudah meluangkan waktunya selama satu minggu waktu liburan ini, dan saya mohon kerjasamanya agar kegiatan tiga hari kedepan dapat berjalan lancar tanpa ada halangannya untuk yang laki-laki nanti malam tidur disekolah bantu persiapan perlap yang perempuan bisa pulang setelah jam 9 malam nanti. Besok jangan lupa berangkat jam 5 pagi sudah menggunakan seragam osis lengkap dan rompi osis langsung berkumpul ditengah lapangan untuk briefing. Sekian terimakasih atas partisipasinya wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh". salam atha yang di balas anak-anak lalu keluar ke lapangan setelah itu mereka mulai mengerjakan tugasnya masing-masing.
Sedangkan lea dan rea kembali ngeprint absen peserta untuk besok, disebelahnya ada sindy dan alya yang merupakan bendahara osis mereka sibuk mencatat pengeluaran apa saja yang sudah digunakan untuk mencairkan dana dari sekolahnya.
Kalau ada kegiatan seperti ini memang akan menggunakan uang kas osis dulu baru kemudian jika kegiatan sudah selesai akan diganti dengan uang dari sekolahan setelah laporan pertanggungjawaban (lpj).
"Aduh pusing banget gue, kemarin siapa sih yang nggak pake kwitansi pas beli barang jadinya gini kan kita yang pusing" gerutu sindy yang masih menghitung pengeluaran untuk kegiatan mpls ini.
Kalau di sekolah lain biasanya kebanyakan mos namanya tapi di sma author mpls atau masa pengenalan lingkungan sekolah.
"Iya elah, nanti gue marahin si fajar seenaknya beli perlap padahal nggak kasih kwitansi" sahut alya yang juga pusing.
Lea yang melihat itu hanya tersenyum maklum ya gini nih susahnya jadi anggota inti osis walaupun keliatan kerjanya sedikit sebenarnya mereka yang paling pusing, kalau anak osis lain bilangnya enak banget ya sekretaris sama bendahara nggak usah capek dipanasan kerjanya cuma absen sama bikin lpj, proposal lah mereka kira bikin kayak gitu gampang?!!! pusing bangett tau bikin kepala mau pecahh!!.
Selesai ngeprint beberapa berkas yang lea butuhin besok ia langsung mematikan print dan keluar mabes melihat persiapan acara untuk besok, ia lebih memilih duduk di gazebo pinggir lapangan melihat teman-temannya yang masih sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.
Di tengah lapangan sudah ada panggung utama yang digunakan untuk menyambut siswa baru besok kalau untuk tendanya akan dipasang nanti puncak acara yaitu hari terakhir. Di pinggir lapangan juga sudah ada bendera dan spanduk yang bertuliskan selamat datang di masa putih abu-abu.
Melihat itu lea merasa kembali flashback saat dulu baru pertama kali memasuki sma sekarang tak terasa ia akan mengakhiri masa smanya sembilan bulan lagi sebelum lulus kan emang kelas dua belas tuh nggak sampek satu tahun.
Lea juga bisa melihat anak cowok yang sedang sibuk menata sound gantung dan beberapa titik pengeras suara karena di sekolahnya luas maka ada beberapa titik pengeras suara.
"Eh ada lea udah selesai ngeprintnya?" kata rizal yang melihat lea duduk sendiri cowok itu lalu ikut bergabung bersama lea.
"Udah buat hari pertama, kalau buat hari kedua besok lagi pegel mata aku hehe"
"Iya sih, biasanya sampek mata panda" canda rizal yang dibalas lea dengan kekehan.
"Dapat bagian apa lo zal"
"Biasa keamanan, makannya gue muter-muter aja dari tadi sambil sesekali bantuin yang lain"
Memang kalau dapet bagian keamanan tuh kerjanya yang paling ringan, kerjanya juga pas acara berlangsung. Tapi pas ada keributan saat acara harus siap siaga pasang badan.
"Enak dong bisa santai" sahut lea, baru saja rizal hendak melanjutkan obrolannya suara atha terdengar seperti menyindir mereka berdua.
"YANG DIPINGGIR LAPANGAN JANGAN PACARAN MULU, BANTU YANG LAINNYA" teriak atha membuat semua orang menoleh ke arah lea dan rizal.
"Zal gue masuk ke mabes dulu ya" kata lea yang menahan malu juga kesal setengah mati dengan atha "Nyebelin banget sih jadi orang, emang siapa yang pacaran dipinggir lapangan" gerutu lea
"Kenapa lo le?" tanya rea yang tadinya tiduran di ruang sekretaris sambil memainkan hpnya.
"Tadi gue kan di gazebo pinggir lapangan mau cari udara seger terus rizal nyamperin kita ngobrol sebentar terus atha teriak YANG DIPINGGIR LAPANGAN NGGAK USAH PACARAN anjir malu banget gue re" kata lea menutupi wajahnya lagi membuat rea tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahaha haha aduhh ngakak banget sumpah le" tawa rea.
"Lo nyebelin banget sih re, temennya malu bukannya di bantuin malah di ketawain" kesal lea.
"Hehe sorry abis lucu banget, udahlah biarin aja si atha kan emang gitu orangnya"
Malam sudah tiba, jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam membuat lea buru-buru merapikan barangnya lalu ia memesan ojek online.
"Lo di jemput le?" tanya sindy yang sudah naik di motornya.
"Nggak, gue naik ojek lagi nunggu dateng" jawab lea.
"Ya udah gue temenin nungguin deh" Sindy hendak membuka helmnya lalu lea segera menjawab.
"Eh nggak usah lo langsung pulang aja, rumah lo jauh sin besok berangkat subuh kan rumah gue nggak sampai lima belas menit"
"Hmm yaudah gue duluan tapi ati-ati ya walaupun di depan sma tetep aja nih sepi cuma kendaraan yang lewat"
"Iya santai, lagian banyak motor sama mobil lewat anak-anak juga masih banyak yang di dalem sana cepet pulang dimarahin emak tauk rasa lo" canda lea.
"Iya anjir emak gue kan galak banget" lupa sindy lalu ia segera menghidupkan motornya dan berpamitan kepada lea.
Sudah hampir sepuluh menit lea menunggu, sedari tadi ia hanya diam sambil mengamati lalu lalang kendaraan, masih sedikit ramai meskipun sudah malam.
"Dengan mbak lea ya?" tanya bapak supir ojek yang baru saja tiba.
"Iya pak" baru saja lea hendak naik setelah menerima helm dari bapak supir ojek sebuah tangan menahnnya.
"Maaf pak pacar saya biar saya antar pulang, ini uangnya saya cancel aja"
"Wah saya nggak ada kembaliannya mas" bapak ojek itu hendak mengembalikan uang pemberian atha.
"Buat bapak aja sebagai tanda maaf saya" kata atha ramah.
"Makasih ya mas" Bapak itu pergi setelah atha memberikan helm yang dipegang lea tadi, lea hanya diam melihat interaksi dua orang didepannya.
"Ayo aku antar" kata atha namun lea masih diam ditempatnya.
"Nggak usah aku bisa pulang sendiri" sejujurnya lea hanya masih kesal saja dengan atha mengenai kejadian sore hari tadi.
"Nggak usah keras kepala lea, ayah sama bunda kamu lagi diluar kota kan kalau ada apa-apa dijalan gimana?" suara atha lebih keras dari sebelumnya membuat lea kaget.
"Aku kan nggak nyuruh kamu anterin aku pulang lagian aku bisa jaga diri aku sendiri" akhirnya lea menjawab dengan keberanian yang berusaha ia kumpulkan.
"Pulang, aku capek bisa nggak sih kamu nggak usah keras kepala dan dengerin aku ngomong" kata atha tegas lalu menarik tangan lea menghiraukan ringisan kesakitan lea.
"Ishh" ringis lea karena atha menarik tangannya terlalu kencang.
Sebenarnya atha hanya kesal kepada gadisnya bagaimana mungkin ia pulang tidak memberi ia kabar malah memilih memesan ojek online padahal sudah malam, ditambah kejadian saat berangkat rapat melihat lea kelelahan berjalan tadi atha ingin marah rasanya belum lagi lea yang asik ngobrol sama rizal, bagus lea kamu membangunkan singa yang lapar.
Di dalam mobil hanya keheningan, tanpa sadar lea mengeluarkan air matanya, ia capek tapi sikap atha malah semakin membuat moodnya buruk ditambah ayah dan bundanya yang tiba-tiba ada pekerjaan diluar kota selama hampir sebulan tanpa pamit dengannya membuat lea ingin menangis keras di kamarnya namun ia tidak dapat menahan tangisnnya.
Melihat lea yang menangis membuat atha menyadari kesalahannya, ia terlalu emosi tadi sehingga bersikap kasar dengan gadisnya.
Shitt
"Sayang maafin aku, aku cuma khawatir sama kamu. Nggak usah nangis lagi ya" kata atha setelah memberhentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menarik lea kepelukannya.
"Lea nggak suka atha kasar hiks" Masih dengan tangisannya lea berkata sambil sesegukan.
Cupp
Lea langsung melepaskan pelukannya karena kecupan atha dikeningnya, lalu menatap garang padanya. Bukannya merasa bersalah atha malah tersenyum membuat lea terpesona dengan ketampanan sang kekasih eh.