Begitu Anye sadar dari pingsan, dokter terbaik di rumah sakit segera datang untuk memeriksa kondisi pasiennya.
Kru dan Evan harus menunggu selama tiga jam di UGD sebelum hasil observasi keseluruhan keluar. Hasilnya, luka Anye tidak separah seperti yang disebutkan orang-orang.
Hanya keseleo pada pergelangan kaki kanan, dan luka sobek yang tidak begitu dalam pada bagian betis akibat serpihan kaca yang tidak begitu dalam pada bagian betis.
Tetapi itu sengaja dibesar-besarkan oleh Christian, manajernya yang dibantu oleh Joseph. semuanya untuk meraih simpati penggemar Anye, terutama simpati dari Evan.
“Yakin, Chris, Anye udah bisa pulang? Nggak ada gejala sisa kan?”
Bisa dibilang Christian itu teman baik Evan. Dia bergabung di OurTv saat platform itu sudah stabil di puncak. Ketika Evan mewarisi bisnis keluarga, dia mengakuisisi OurTv menjadi satu manajemen.
Evan mempercayai Christian untuk bertanggung jawab urusan talent. Dan dia memiliki hubungan yang baik dengan Anye dari jaman mereka sekolah dulu.
Atas keraguan Evan, Christian memberikan alasan dengan logat Surabayanya yang medok.
“Sebenarnya aku ya nggak yakin. Tapi yo menurutku dari pada dia di sini, ketauan haters bahaya. Awakmu tahu toh, gimana sadisnya haters Anye? Apalagi kejadian ini barengan kamu mau nikah. Wes alamat dihujat ini!”
Evan satu contoh orang yang menggunakan ponsel sesuai dengan bijak dan sesuai dengan nama dan fungsinya, Smartphone.
Satu-satunya berita yang dia baca adalah berita keuangan dan indeks harga saham. Untuk berita dan gosip dari dunia hiburan, Evan tahu setelah mendengarnya atau melihat dari tangkapan layar yang di kasih oleh Christian atau tim hiburan.
Jadi ketika mendapat jawaban begitu, dia percaya dan menyuruh Christian segera mengurus prosedur keluarnya Anye dari rumah sakit.
Setelah menandatangani kontrak dengan perusahaannya, Anye mendadak punya banyak haters, begitu kata Christian. Belum lagi Cecille yang sering membuat masalah sampai Anye di bully di dunia maya. Karena alasan itulah Evan sedikit lebih protektif kepada Anye dari pada artis lainnya.
Selesai prosedur pemulangan, Christian membelokkan mobilnya ke apartemen kelas atas miliknya. Itu adalah fasilitas yang diberikan oleh Evan, khusus buatnya.
Anye sering ke Surabaya untuk syuting, tetapi dia tidak terlalu suka tinggal di hotel yang ditentukan. Terlalu banyak orang, dan dia tak bisa tidur kalau berbagi kamar dengan orang lain.
Nggak mungkin juga kan dia terus-terusan memesan kamar suite untuk dirinya sendiri, bisa menimbulkan iri dengki dari artis dan aktor yang lain kalau keseringan begitu.
Dia tahu Evan membeli tiga unit apartemen di Surabaya.
Unit paling atas dan paling luas menjadi milik pria itu. Yang satu untuk, Felicia, adiknya. Masih ada satu unit yang tersisa. Anye nggak tahu itu buat siapa, sebelum itu menjadi milik orang lain. Dia harus mendapatkan unit itun untuk dirinnya sendiri.
Anye sudah mengenal Evan puluhan tahun, dan hubungan mereka pernah lebih dari sekadar teman. Hanya perlu sedikit keluhan yang dia embuskan ke telinga orang lain, tak lama kemudian Evan memberikan kunci dari satu unit yang tersisa pada Anye.
Duduk setengah bersandar di sofa apartemen, Anye menjentikkan layar telepon dengan ujung jarinya, membaca sebagian komen di forum yang kebanyakan menertawakan nasib buruk Cecille, dan dia tersenyum diam-diam.
Akhirnya kesombongan dan keangkuhan perempuan satu itu berhasil dia hancurkan.
Anye yakin banget sekarang ini Cecille lagi menangis meratapi nasib. Lebih seru pasti kalau ada orang yang merekamnya tampangnya sekarang ini, terus di posting di media social.
Ketika ada orang masuk, Anye bergegas mengembalikan tampilan ponsel ke layar utama sebelum meletakkan kembali ke atas meja.
“Evan, kamu di sini?” matanya membelalak, wajahnya yang halus dan putih masih seputih kertas.
Evan menarik kursi yang berjarak satu meter dari tempat Anye, duduk di sana saat menjawab. “Harusnya aku balik sekarang, tapi Om Hartono sama tante Clara lagi otw ke sini. Jadi pulangnya sekalian bareng sama mereka.”
“Om sama tante juga ke sini? Lalu pernikahannya?”
“Ditunda sampai besok.”
Anye diselimuti sedikit perasaan kecewa. Dia berharap mendengar kata ‘dibatalkan’ dari mulut Evan.
Tetapi nggak apa-apa, ditunda pun sudah cukup untuk membuat harga diri Cecille yang tinggi itu terinjak-injak.
Mata Anye berbinar lagi, dan senyum di sudut mulutnya semakin dalam.
Lalu dia menggigit bibir bawahnya, berkata dengan sedikit tertekan, “Maaf, gara-gara aku.”
Mendengar permintaan maafnya, Evan mengangkat wajahnya yang sejak tadi menunduk melihat layar ponsel, “Hei ini kecelakaan, kenapa harus minta maaf?”
Anye melihat pria yang duduk sendirian dekat jendela, bahunya tegak semakin menunjukkan karisma yang luar biasa.
Evan adalah pria terbaik yang ia kenal sejak kecil.
Dan sikap didikan yang baik dari keluarganya telah membuat semua guru dan orang tua memujinya, gadis-gadis disekolah berlomba-lomba menjadi pacarnya.
Tapi Anye lah yang berhasil menaklukkan hatinya.
Saat mereka menjadi sepasang kekasih, dia masih muda dan kekanakan. Tahun berlalu dengan cepat, pria itu menjadi dewasa dan tegas. Temperamennya yang dingin membuatnya semakin menarik.
Benar-benar disayangkan , pria sebaik ini menjadi milik sepupunya.
“Itu—“ Anye menelan tenggorokannya, “Evan, pasti Cecille salah paham lagi. Bagaimana menurutmu kalau aku hubungi dia dan menjelaskan semuanya?”
Suaranya pelan dan halus, seakan dia menyalahkan dirinya sendiri.
“Nggak apa-apa, kamu fokus aja sama kesehatanmu.”
Evan agak enggan membicarakan membahas ini, dia memijit tengah-tengah alisnya. Cecille sudah memblokir nomornya sejak tadi.
Evan paham, Cecille pasti marah dan kecewa saat ini. Membiarkan Anye menelepon, itu sama saja melempar bensin ke dalam api.
Biarkan hati dan pikirannya tenang dulu, setelah itu Evan akan menjelaskannya begitu sampai sana.
Setelah keduanya mengalami banyak hal, Evan tahu kalau Cecille benar-benar mencintainya.
Cecille tidak akan pernah bisa meninggalkannya.
Evan sangat yakin akan hal ini.
“Sampai terjadi sesuatu dengan hubungan kalian. Aku nggak akan berhenti nyalahin diriku sendiri.”
“Nggak bakal terjadi apa-apa. Percaya deh!”
Itu suara Christian, dia berjalan ke ruang tamu dengan kantung plastic putih di tangan kanan. Joseph menyusul satu menit kemudian, dengan empat gelas minuman dan empat botol air mineral.
“Cecille tuh bucin banget sama Evan. Nggak mungkin dia membatalkan pernikahan, apalagi putus sama Evan. Bisa bunuh diri dia kalau itu terjadi.”
“Chris, Cecille itu istriku. Sopan sedikit kalau ngomong.” Bibir Evan diluruskan, dan setiap kata-katanya mengandung peringatan samar.
Wajah Anye menegan saat dia mendengar Evan menegur Christian, tapi dia segera menutupinya.
Christian tidak menyukai Cecille. Dia sering ngomong semaunya tentang Cecille. Biasanya Evan tidak terlalu peduli dan hanya mengabaikannya. Baru kali ini dia lihat Evan menegur sahabatnya untuk Cecille.
Hal itu membuatnya merasa terancam.
Christian tertawa dan mencibir dalam hatinya. Tetapi dia mengangguk acuh tak acuh, “Oke, aku sopan sama dia. Itupun kalau nggak lupa.”
Sebenarnya Evan, Cecille, Christian, dan Anye tumbuh dalam lingkaran yang sama sejak dari SD.
Alasan kenapa Christian tidak menyukai Cecille bukan karena Anye.
Tetapi Arling.
Masa putih abu-abu dulu, dia pernah pacaran sama Arling, kemudian putus karena gadis itu sangat membosankan, dan nggak bisa diajak senang-senang.
Tetapi entah bagaimana, ada Cecille sewaktu dia mutusin Arling. Tanpa ba bi bu, satu tinju mampir ke pipinya sebelah kiri sambil bilang,
“Sampah!!1”
Cuma satu kata, tapi itu membuatnya marah sampai sekarang.
Tentang Cecille yang dijodohin sama Evan, Christian sudah mendengar itu dari ibunya, nggak sengaja dengar sebenarnya.
Kebetulan waktu ibu dan neneknya membahas tentang ini, dia turun buat makan siang. Mungkin dianggapnya anak laki-laki nggak peduli masalah perjodohan, kedua wanita beda generasi itu cuek saja dan terus ngobrol biarpun ada Christian.
Dari obrolan ini Christian tahu kalau perjodohan itu dibuat karena Liemanto tahu,cucunya menyukai Evan.
Info ini pasti valid, karena yang ngomong neneknya yang juga adik tiri Liemanto, kakek Cecille.
Waktu di sekolah heboh Anye pacaran sama Evan, dia melihat wajah masam Cecille dan ngomong,
“Sukurrr!” tanpa bersuara.
Dunia memang susah di prediksi. Siapa yang tahu setelah putus dari Anye, dua tahun setelahnya Cecille berhasil meluluhkan hati Evan.
Biarpun Evan bilang perasaan itu tumbuh alami, Christian yakin Cecille yang menggodanya,
Melihat Anye terus melamun karena patah hati membuat Christian sedikit tertekan, makanya dia nyuruh Joseph datang ke lokasi.
Karena kurang konsentrasi Anye banyak bikin kesalahan yang membuatnya dimarahi yang lain.
Christian sengaja membesar-besarkan, sampai akhirnya Joseph tidak tahan dan menghubungi Evan.
Cecille mau menikah dengan Evan, mungkin dia nggak bisa mencegahnya. Tetapi Christian nggak akan membiarkan dia menikah dengan anggun.
Mempelai pria nggak datang, pernikahan ditunda, dan simpati serta cemoohan orang pasti menusuk ke harga dirinya.
Kena mentalnya.
Christian mengeluarkan ponselnya dan memindai pencarian panas.
Dia penasaran, bagaimana memalukannya Cecille sekarang ini?