Chapter 19

970 Words

Sudah memasuki dua hari setelah memasuki ruang kantor. Ryan Xi terdiam lesu bahkan tidak nafsu untuk istirahat maupun makan. Tatapannya berkabut dengan rasa pusing dan lemas. Ia tahu bahwa hari ini ia akan bebas, Broto Li menyuruh seseorang untuk membebaskannya dari ruang tahanan. "Shi… Meri…" panggilnya dengan suara tertunduk lemas. Dirinya hanya memikirkan anak dan istrinya, tangisan keluar dari kelopak mata Ryan Xi. Dari jauh Harjo mendelik Ryan Xi dengan tatapan penuh haru. Ia merasa bersalah melihat atasannya yang tidak merasa bersalah kini harus bebas tanpa memiliki status apapun dan tidak memiliki aset apapun.  Ryan Xi melihat dengan penuh tatapan dingin. Dirinya mengangguk kepada Harjo. Harjo yang sadar akan tatapan Ryan Xi segera tertunduk merasa bersalah. Harjo sudah memberik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD