Aku sengaja untuk pergi kuliah pagi-pagi sekali hari ini, untuk mengindari Iraz yang beberapa hari ini menunggu ku didepan gerbang kampus, setelah kejadian itu dia bilang dia kecewa karena aku pulang tanpa ijin nya, dia juga minta maaf atas perlakuan ibu nya pada ku. Tapi aku tidak pernah membalas pesan nya dan mengangkat telephone nya, kayak anak kecil banget yah aku menghindari masalah seperti ini, tapi kalau tidak di paksakan aku akan terus berada dalam lingkaran itu. Terserah apa yang ada di pikiran Iraz, aku kekanak-kanakan, aku bodoh, egois aku sudah tak peduli. aku hanya ingin hidup normal lagi, menghapus jejaknya yang sedikit banyak telah menorehkan luka di hati ku. "Key lusa kita wisuda, kok Lo kayaknya ngak semangat gitu" tanya Vicka pada ku. "Eum" aku berusaha fokus pada ucapa

