34

1710 Words

"Kakak, kenapa kakak ga disini dulu aja. Kakak juga harus istirahat kak. Kakak masih sakit kayak gini." ujar Bulan pada Orion. Orion pun menatapnya. "Udah gua bilang ga usah sok perduli sama gua. Gua ga butuh perduli Lo itu. Satu lagi, gua bukan kakak Lo." ujar Orion dengan menyakitkan ke Bulan. "Ga. Kakak itu kakaknya Bulan. Kemana Kak Orion yang dulu selalu baik dan selalu bisa buat Bulan senyum? Kemana Kak Orion yang selalu manjain Bulan dulu? Bulan kangen banget kak." ujar Bulan dan Orion pun tersenyum. "Lo kangen sama Orion yang itu? Sayangnya Orion yang itu udah mati dari dulu. Ga ada lagi Orion yang dulu." ujar Orion kepada Bulan tersebut. Kini tampak Bulan terlihat masih sedih karena perkataan kakaknya itu. Ia sedang menahan tangisannya, ia tak lagi mau menangis karena pasti ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD