Firdaus sangat senang, istrinya akhirnya memercayainya. "Wanita yang keracunan tadi sudah kusembuhkan, kalian sudah lihat belum? Wajah Jamilah semakin memburuk, dia mendengus sambil menggelengkan kepala, matanya menatap Zairawati dengan kecewa, jarinya menunjuk ke arah Firdaus, "Kau sekarang tahu betapa tak tahu malunya dia kan? Menjadi sampah sudah cukuplah, tetapi dia juga tidak bermoral, benar-benar br*ngsek." "Jika tidak melihat sendiri seluruh proses tadi, dan orang lain juga tidak melihatnya, itu pasti akan menjadi sebuah lelucon besar." "Dosa apa! Bagaimana bisa aku punya menantu sepertimu? Benar-benar memalukan." Jamilah sangat marah, dia membanting pintu dan pergi. Kesenangan Firdaus berubah menjadi ketakutan, wajahnya kebingungan, sejujurnya, walaupun enggan ber

