Kedua

848 Words
"Jangan pernah pergi. Inget, ini hati buat dijaga bukan buat dimainnin."- Marcellino Atmadja. - Pelajaran dimulai, membuat anak dikelas XI-IPS A itu yang tadinya ramai seperti pasar sekarang menjadi damai dan tentram karena ada gurunya. Bel Istirahat berbunyi, Siswa yang ada di kelas itupun pergi keluar. Ada yang pergi ke kantin, ngelancong ke kelas lain, main hp, selfie, gosip, dan pacaran. Marcel, Lili, Putra, Rafa, Nova dan Queen pun pergi ke kantin bersama-sama. Seperti biasa, mereka duduk satu meja. Nova dan Queen lah yang memesankan mereka makanan. "Kalian mau dipesenin apa nih?" Tanya Nova. "Seperti biasa aja, samain. Batagor sama es teh aja." Ucap Putra. "Oke oke.." Queen dan Nova pun pergi dari meja tersebut. "Kiw.." Goda Rafa kepada Adik kelas yang lewat. "Cih, najis tebar pesona mulu kerjaan lo, mending lo ganteng." Kesal Putra. "Yah masih mending gue lagi berusaha cari cewek supaya gak jomblo terus. Lah lo?" Balas Rafa. "Jadilah jomblo yang elegan. Tanpa mengejar-ngejar cewek." Ucap Putra. "Cowok itu ditakdirkan mengejar bukan dikejar. Lo mau jadi bencong Put?" Ledek Rafa. "Apa sih? Pernah disantet gak?" "Nggak." Balas Rafa dengan Watadosnya. "Mau gue santet gak hah?!" Kesal Putra. "Ya Allah semoga santetnya balik lagi ke Putra Ya allah. Amin." Doa Rafa ala baim. "Anjing! gue belum nyantet lo!!" Kesal Putra. "Jadi kalian mau ribut sampai kapan nih? Aku sama Marcel daritadi liatin kalian berdua ribut mulu." Ucap Lili. "Iya lo berdua, gue jodohin tau rasa lo pada." Ucap Marcel. "Gue masih normal Cel." Kesal Putra. Kemudian Queen dan Nova pun Datang. Membawa pesanan mereka. "Tadaaaa, makanan sampai." Ucap Queen. "Alhamdullilah, akhirnya dateng juga, gue udah laper nih." Ucap Rafa. "Makan aje lo nomer satu!" Cibir Putra. "Sekali lagi kalian ribut, gue tendang ke Arab mau lo?" Kesal Marcel kepada Putra dan Rafa yang sedari tadi ribut. "Iya-iya." --- Bel pulang sekolah berbunyi. Marcel dan Lili seperti biasanya pulang bareng. Mereka tidak langsung pulang, melainkan Main dulu ke Kafe. Menghabiskan waktu buat berdua. Marcel melajukan motornya membelah jalan raya yang sedang ramai kendaraan lainnya itu. Marcel mengendarai motornya dengan sangat hati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sesampainya di kafe. Marcel dan Lili langsung masuk ke dalam kafe tersebut. Tapi ada segerombolan Laki-laki yang menggoda Lili. "Hey, cantik boleh kenalan gak?" Ucap cowok yang memakai baju Putih abu itu. "Boleh lah minta Id line nya?" Ucap temannya satu lagi. Lili masih diam. Rahang Marcel mengeras Marcel langsung menarik kerah orang yang minta Id line Lili itu. Marcel Marah. "Jangan ganggu pacar gue!?! Mau gue bunuh lo hah!?" Bentak Marcel. Kemudian melepaskan kerah anak tersebut. Marcel hendak pergi. Tapi anak itu malah menjawab perkataan perkataan marcel. Sialan!. "Sombong banget lo sob! Baru jadi pacar, gimana jadi suami lo hah?!" "BANGSAT!? Mau mati lo hah?!" Kedibutan tidak bisa di pisahkan. Marcel memukuli anak itu dengan nafsu. "Jangan bangga lo, baru jadi pacarnya aja bangga. Sebelum janur kuning melengkung. Gue masih bisa deketin dia." Lili yang melihat itu langsung menarik Marcel, supaya tidak memukuli anak tersebut. Lili takut Marcel dan anak itu Kenapa-napa. Lah ngapa Lili jadi Ambigu? Lili menarik Marcel keluar dari Kafe itu. "Cel, kamu mah kebiasaan ih. Bikin aku khawatir mulu." Ucap Lili. "Abisnya tu anak nyari mati! Ngegoda Lilinya Marcel. Aku gak suka kamu di godain sama cowok lain." Ucap Marcel. "Yaudah, sekarang kita pulang aja ya kerumah aku. Kita obatin luka kamu disana ya? " Ucap Lili. Dan Marcel hanya mengangguk. Merekapun langsung pergi dari kafe tersebut dan pulang kerumah Lili. Setelah Melewati banyak nya lintasan jalan raya, akhirnya Marcel dan Lili pun sampai dirumah Lili. Marcel memarkirkan motornya di garasi Rumah Lili dan Langsung menuju masuk kerumah Lili. "Assalamu'alaikum. Lili pulang mah." Ucap Lili. "Waalaikum salam neng. Nyonya gak ada, nyonya lagi ada di butik neng."ucap minah, ART dirumah Lili. "Oh iya, kak David kemana Bi?" "Den David lagi pergi ke toko buku neng. Katanya buat tugas skripsi." "Oh, yaudah aku sama Marcel masuk dulu yah bi." "Iya non." Marcel dan Lili langsung masuk kekamar Lili. "Kamu tunggu disini dulu ya, aku mau ambil Kotak P3K dulu yah." Lili pergi dari kamarnya menuju ke dapur. "Bi bikinnin es teh 2 yah bi." "Iya non." Setelah mengambil kotak P3K Lili langsung pergi ke kamarnya menghampiri Marcel yang sedang terluka itu. Lili pun dengan telaten mengobati Marcel sambil ngedumel. "Kamu sih ribut melulu, cuma masalah kecil juga. Pake diributin segala!" Ucap Lili. "Abisnya mereka ngegodain kamu. Kan aku nggak suka." Balas Marcel. "Tapi jangan gitu lagi." Ucap Lili. "Iya aku gak gitu, tapi kalo ada yang godain kamu lagi. Aku juga gak akan segan-segan habisin mereka." Ucap Marcel. Lili hanya berdehem. Marcel menatap Lili yang sedang fokus membersihkan lukanya itu. "Li." "Iya?" Balas Lili. "Aku baru tau lho, kalo bidadari itu cantik yah." Ucap Marcel. "Ya bidadari emang cantik Marcel." "Tapi.."ucap Marcel menggantungkan ucapannya sambil menatap heran Lili. Lili hanya mengerutkan keningnya tanda bingung. "Gimana cara bedain Bidadari sama kamu?" -- Tbc? Part 2 gimana? Masih nyambung gak? Semoga aja masih yah. Salam dari saya? Tidak menerima kritik dengan kata kata kasar yaa.. kalo mau nge-kritik pake bahasa yang enak dibaca aja yaa [BELUM DIREVISI]
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD