Ayana sudah merasa lebih baik ketika Seavey mendapat panggilan pesta. "Kau bisa pergi sekarang. Aku sudah merasa lebih tenang." kata Ayana jujur. Meskipun Seavey adalah kekasihnya, Ayana tetap tidak mau menjadi beban bagi pria itu. "Ini hanya pesta biasa." Seavey mengatakannya datar. Namun Ayana menemukan ekspresi lain di wajah pria itu. "Berpesta saat kau dan aku berada dalam masalah terdengar sangat aneh. Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian. Yah, kupikir di rumah lebih baik." lanjutnya. Ayana malah merasa Seavey menginginkan pesta. Seavey bukan anak rumahan sepertinya. Seavey adalah pria bebas. Pria itu butuh senang-senang. Ayana menimbang-nimbang. Dia berubah pikiran dalam waktu singkat. "Aku justru berpikir kalau menikmati masalah adalah cara terbaik untuk menyelesaikannya. Bag

