Bab 27

877 Words

*** "Mereka lebih banyak memuji ketampananmu. Padahal malam ini adalah malam ulang tahunku. Apakah pesonamu lebih penting ketimbang mengucapkan selamat padaku?" Ayana kesal karena teman-teman Singapura-nya lebih fokus mengomentari ketampanan Seavey. "Abaikan saja. Itu tandanya mereka iri padamu." Seavey bertutur sembari menyisir rambut Ayana menggunakan jari tangannya. "Aku tidak bisa mengabaikannya, Sea. Kemarin aku mengunggah foto swafoto sendirian tetapi hanya sedikit yang memberi hati. Sekarang karena ada kamu, mereka semangat menekan tombol hati, berkomentar pula." Andai fotonya bersama Seavey bukan momen membahagiakan, mungkin Ayana sudah menghapus foto itu di akunnya. Seavey tersenyum, "Aku yakin mereka tidak akan memujiku lagi kalau tahu aku seorang pecandu seks." Ayana melirik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD