Bab 31

964 Words

Pagi berganti menjadi siang. Matahari yang awalnya bersinar redup berubah menjadi sangat terik. Panasnya menembus blus Ayana yang cukup tebal. Ayana mengeluh karena alam tak berpihak padanya pada kencannya kali ini. Ayana merasa risih ketika keringatnya mulai bercucuran membasahi blusnya.  Seavey menoleh ke arah Ayana. Melihat kekasihnya begitu tersiksa karena terik matahari. Ya, walaupun mereka berlindung di bawah pohon, hawa panas itu masih saja bisa dirasakan.  Seavey melirik kanan dan kirinya. Mengambil beberapa lembar daun kering yang agak besar lalu mengipas Ayana. "Sudah lebih baik?" Ayana mengangguk atas pertanyaan pria itu. "Mataharinya menyiksa, Sea!" gerutu Ayana sambil menggelung rambutnya.  "Sepertinya dewa matahari cemburu terhadapmu?" canda Seavey. Ayana mengukir senyum t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD