Icha Bunuh Diri

866 Words

"Mama jahat, bentak-bentak Icha! Padahal Icha, 'kan, sudah bisa hamil, sudah bisa membuat Mama bangga. Tante Wati aja nggak hamil-hamil lima belas tahun. Mama jahat! Icha mau pergi aja jauh-jauh!" Setelah kurang lebih satu jam pingsan, akhirnya Camah sadarkan diri. Hanya ada Icha yang dapat dilihatnya ketika ia membuka mata. Sementara di daerah keningnya terasa ada sesuatu yang menempel dan dingin. Dia memastikan benda tersebut. "Aduh, Cha, siapa yang ngompres kening Mama? Kamu?" Icha menggeleng. "Wah, Mama sudah sadar, ya! Mama kenapa pake acara pingsan segala, sih? Mama hamil?" Mendengar kata hamil itu, Camah langsung teringat akan kehamilan Icha. Dia refleks menggerakkan badannya untuk tegak dan duduk di pangkal ranjang. "Sekarang Icha harus jujur sama Mama," pekik Camah yang sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD