Chan meneteskan air matanya tanpa suara. Yuri memeluknya erat-erat. Mereka berpelukan dalam diam untuk beberapa saat. Chan menarik napasnya dalam-dalam, dan membiarkan dirinya tenang terlebih dahulu. Kehangatan tangan Yuri yang mengelusnya perlahan dalam diam, memberi Chan kesempatan untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Setelah Chan berhasil mengendalikan dirinya sendiri dan meredakan kesedihannya, dia berbicara lirih. “Kakek benar-benar mempercayaiku,” kata Chan serak sambil menelan ludahnya. “Ini petunjuk penting, Chan. Dari sini kita bisa memanggil polisi untuk…” kata Yuri, namun perkataannya terpotong karena tangan Chan meremas lengannya. “Polisi tidak akan bisa berbuat banyak. Mereka punya uang, kekuasaan, dan koneksi kuat. Kita membutuhkan strategi yang mata

