"Gue nggak mau kalian kayak gini," ucap Ray tiba-tiba. "Jadi kita harus gimana, pura-pura baik maksud lo. Gitu yang lo mau?" tanya Andi dengan tatapan penuh luka. "Gue nggak suka kalian pandang dengan cara kasihan, gue nggak suka," bantah Ray. "Ray.. Gue nggak paham jalan pikiran lo gimana. Gue marah, tapi gue nggak tahu harus marah sama siapa, gue kecewa tapi gue nggak ada hak untuk kecewa karena lo anggap kita ini nggak penting." Tatapan mata Arka tidak jauh berbeda dari Andi. "Kalian penting," lirih Ray. "Jangan belagak bilang kita seakan-akan penting bagi lo, kalau kenyataannya kita kayak lo anggap angin lalu." Arka mengalihkan pandangannya kea rah lain, jujur dia tidak sanggup pura-pura kuat nyatanya dia tidak sekuat itu. "Gue nggak ada anggap kalian gitu, gu-gue-" "Gue

