Bagian Sembilan Belas

1562 Words

Matahari sudah tampak di sebelah barat dan sebentar lagi akan tenggelam. Nana masih saja sibuk dengan kertas-kertas yang dipegangnya. Sesekali menegur pegawainya saat dia melakukan kesalahan. "Itu bunga yang gede taro di tengah, pinggirnya kasih yang lebih kecil aja." Teriak Nana pada salah satu pegawainya yang memasang bunga-bunga di dekorasi. Ini lah Afsana, perempuan tegas yang saat di tempat kerja namun akan lemah begitu sampai di rumah. Perempuan yang mempunyai sejuta senyuman sekaligus segudang air mata. Perempuan yang selalu bijaksana namun di depan suaminya menjadi tidak berdaya. Semua orang yang menilai kehidupan Nana pasti setuju jika hidupnya sempurna. Menjadi wanita karir, usahanya selalu mengalami kenaikan, punya suami yang tampan dan mapan. Namun itu semua penilaian oran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD