"Makasih ya udah nganterin". Kata Nana sambil membuka sabuk pengaman. "Iya". Jawab Aldo singkat sambil menyunggingkan senyum. Nana keluar dari mobil dan menepi. Dia menunggu sampai mobil benar-benar jalan baru dia melangkahkan kakinya menuju apartemen. Nana membalikkan badannya dan kaget, pasalnya ada suaminya yang berdiri dengan satu tangan masuk dalam kantong celananya sedang memperhatikannya dengan pandangan tajam. Nana menyunggingkan senyum sambil menguasai diri agar tak terlihat terkejut. Namun bukan Nana namanya jika dia bisa berbohong. Dia mengurai senyumnya lagi dan mencoba menjelaskan pada Bagas. "Aku tadi itu kit ... " Kata Nana mencoba menjelaskan. Namun Bagas segera menarik tangannya untuk masuk ke gedung apartemen. "Gas pelan, sakit." Kata Nana merintih kesakitan karena

