Bagian Empat Belas

1383 Words

Nana membuka matanya setelah semalam terlelap dalam mimpi. Dia bangun dari tidurnya dan memperhatikan Bagas yang tidur di sofa penjang dekat pintu. Dia tidur meringkuk karena sofa tidak mampu menopang panjang tubuhnya. Nana turun dari ranjang dan membernarkan selimut yang menutupi tubuh suaminya hanya sampai setengah tubuh saja. Matanya memandang wajah tampan Bagas dengan sangat dalam, inilah kesempatan bagi Nana untuk menikmati wajah tampan suaminya. Tangannya perlahan terulur mengusap pipi Bagas, terasa dingin. Mungkin karena dinginnya AC sedangkan Bagas tidak benar-benar menggunakan selimutnya. “Aku bisa bertahan hingga detik ini karena aku yakin kamu bisa berubah hangat terhadapku.” Kata Nana pelan. Nana mengusap pipinya yang basah karena air mata. Dia beranjak dari duduk jongkokny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD